Posted by : About Iqbal Sabtu, 06 April 2013


Tugas Ilmu Sosial Dasar - Softskill - Distribusi Pendapatan Nasional & Kemiskinan


Nama  
Muhamad Iqbal Ramadhan

NPM   
14112802

Kelas   
1KA38

Jurusan dan Fakultas
Sistem Informasi - Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi

Dosen dan Mata Kuliah
Helnawaty - Ilmu Sosial dasar 


    Distribusi Pendapatan Nasional & Kemiskinan

                Masalah besar yang dihadapi negara sedang berkembang adalah disparitas (ketimpangan) distribusi pendapatan dan tingkat kemiskinan. Tidak meratanya distribusi pendapatan memicu terjadinya ketimpangan pendapatan yang merupakan awal dari munculnya masalah kemiskinan. Membiarkan kedua masalah tersebut berlarut-larut akan semakin memperparah keadaan, dan tidak jarang   dapat menimbulkan konsekuensi negatif terhadap kondisi sosial dan politik.
            Masalah kesenjangan pendapatan dan kemiskinan tidak hanya dihadapi oleh negara sedang berkembang, namun negara maju sekalipun tidak terlepas dari permasalahan ini. Perbedaannya terletak pada proporsi atau besar kecilnya tingkat kesenjangan dan angka kemiskinan yang terjadi, serta tingkat kesulitan mengatasinya yang dipengaruhi oleh luas wilayah dan jumlah penduduk suatu negara. Semakin besar angka kemiskinan, semakin tinggi pula tingkat kesulitan mengatasinya. Negara maju menunjukkan tingkat kesenjangan pendapatan dan angka kemiskinan yang relative kecil dibanding negara sedang berkembang, dan untuk mengatasinya tidak terlalu sulit mengingat GDP dan GNP mereka relative tinggi. Walaupun demikian, masalah ini bukan hanya menjadi masalah internal suatu negara, namun telah menjadi permasalahan bagi dunia internasional.
            Berbagai upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh dunia internasional, baik berupa bantuan maupun pinjaman pada dasarnya merupakan upaya sistematis untuk memperkecil kesenjangan pendapatan dan tingkat kemiskinan yang terjadi di negara-negara miskin dan sedang berkembang. Beberapa lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia serta lembaga-lembaga keuangan internasional lainnya berperan dalam hal ini. Kesalahan pengambilan kebijakan dalam pemanfaatan bantuan dan/ atau pinjaman tersebut, justru dapat berdampak buruk bagi struktur sosial dan perekonomian negara bersangkutan.
            Perbedaan pendapatan timbul karena adanya perbedaan dalam kepemilikan sumber daya dan faktor produksi terutama kepemilikan barang modal (capital stock). Pihak (kelompok masyarakat) yang memiliki faktor produksi yang lebih banyak akan memperoleh pendapatan yang lebih banyak pula. Menurut teori neoklasik, perbedaan pendapatan dapat dikurangi melalui proses penyesuaian otomatis, yaitu melalui proses “penetasan” hasil pembangunan ke bawah (trickle down) dan kemudian menyebar sehingga menimbulkan keseimbangan baru. Apabila proses otomatis tersebut masih belum mampu menurunkan tingkat perbedaan pendapatan yang sangat timpang, maka dapat dilakukan melalui sistem perpajakan dan subsidi. Penetapan pajak pendapatan/penghasilan akan mengurangi pendapatan penduduk yang pendapatannya tinggi.  Sebaliknya subsidi akan membantu penduduk yang pendapatannya rendah, asalkan tidak salah sasaran dalam pengalokasiannya. Pajak yang telah dipungut apalagi menggunakan sistem tarif progresif (semakin tinggi pendapatan, semakin tinggi prosentase tarifnya), oleh pemerintah digunakan untuk membiayai roda pemerintahan, subsidi dan proyek pembangunan. Dari sinilah terjadi proses redistribusi pendapatan yang akan mengurangi terjadinya ketimpangan.
            Tingginya Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara belum tentu mencerminkan meratanya terhadap distribusi pendapatan. Kenyataan menunjukkan bahwa pendapatan masyarakat tidak selalu merata, bahkan kecendrungan yang terjadi justru sebaliknya. Distribusi pendapatan yang tidak merata akan mengakibatkan terjadinya disparitas. Semakin besar perbedaan pembagian “kue” pembangunan, semakin besar pula disparitas distribusi pendapatan yang terjadi. Indonesia yang tergolong dalam negara yang sedang berkembang tidak terlepas dari permasalahan ini.
            Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.


Adapun secara umum penyebab kemiskinan diantaranya:

1.     Kemalasan.
2.     Kebodohan dan pemborosan.
3.     Bencana alam.
4.     Kejahatan, misalnya dirampok
5.     Genetik dan dikehendaki Tuhan, baik genetika orang tua, tempat lahir,
        kondisi orang tua yang miskin

Sumber referensi :




Tanggapan :

            Menurut pendapat saya, memang sangat dibenarkan sekali bahwa pemicu daripada kemiskinan di berbagai negara adalah pendistribusian pendapatan nasional yang tidak merata. Contohnya yang paling jelas yaitu pendistribusian pendapatan nasional yang terpusat kepada kota-kota besar saja dan pulau yang terpusat saja. Kebanyakan warga berpendapat bahwa hanya di kota-kota besar sajalah yang berpotensi sebagai tempat mata pencaharian mereka. Padahal, di kota dan pulau-pulau lain pun sebenarnya juga berpotensi seperti itu. Akibatnya, pendistribusian pun terpusat pada kota-kota dan pulau-pulau besar saja. Kemudian, Hal tersebut berdampak kepada ekonomi atau financial mereka, dimana para warga yang seharusnya mendapatkan hak yang sama dalam pendapatan nasional, justru terbaikan akibat sentralisasi dari pendistribusian pendapatan nasional.
            Meskipun begitu, pemerintah telah mengupayakan berbagai cara agar pendistribusian pendapatan nasional dapat dibagikan secara merata. Namun, saya rasa hal tersebut belum mampu untuk mengatasi masalah kemisikinan di Indonesia karena masih banyak faktor lain yang menjadi penyebab masalah tersebut. Misalnya, masih banyaknya penduduk yang bersifat malas untuk berusaha mencari pekerjaan yang layak. Masih banyaknya juga penduduk yang tidak mengenyam pendidikan sehingga sulit untuk diterima oleh berbagai instansi dan korporasi  untuk bekerja. Kemudian masih banyaknya penduduk yang bersifat konsumtif atau boros terhadap kebutuhan pribadi sehingga menyebabkan kemiskinan karena tidak bisa menyeimbangi antara pendapatan dengan pengeluaran. Kemudian berbagai bencana alam yang terjadi di Indonesia yang menyebabkan para korban bencana alam kehilangan harta benda mereka. Adapun penduduk yang menjadi korban kejahatan seperti perampokan sehingga mereka kehilangan harta benda dan menjadi miskin. Dan adapun juga karena faktor keturunan dikarenakan kondisi orang tua yang miskin. Hal-Hal tersebut semestinya menjadi perhatian pemerintah agar para warga terbebas dari jeratan kemiskinan.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

About Author

Foto saya
IT Student | EDM Enthusiast | Likes Interior Design and Graphic Design | I Also Writing Articles of Games at http://cyberlineteam.com/category/it/game/ | Personal Website : miiqbalrama.hol.es

PageViews

- Copyright © BeOneOfHeroes -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -